Rabu, 06 November 2013

Akhirnya Pakai Linux Juga...


Halo, pemirsa! Tulisan kali ini masih ada hubungannya dengan tulisan saya sebelumnya: sama-sama buntu. Saya akan menceritakan sedikit pengalaman saya dengan sistem operasi yang baru saja saya install di komputer tua saya, Lubuntu 12.04. Masih dual boot dengan Wedhus Windows XP versi bajakan sih...

Hal ini berawal dari keputusasaan saya dengan OS Jendela yang terakhir kali telah merepotkan saya (karena membuat komputer saya terkena virus ganas). Maka saya pun memutuskan untuk mencoba sesuatu yang baru: Linux. Sebenarnya sudah agak lama saya mengidamkan untuk meng-install OS semacam ini, tapi baru kali ini kesampaian. Hehehe... Karena komputer tua dulu yang telah rusak bertahun-tahun kini telah mendapat gantinya: komputer tua juga dengan spesifikasi: CPU Intel Celeron 2.4 GHz, RAM 512 MB.


Setelah browsing sana-sini untuk mencari distro Linux mana yang tepat, akhirnya saya putuskan untuk mencoba Puppy Linux. Sebuah Linux yang angat ringan katanya. Lalu saya pun mengunduh file ISO-nya dan saya burn di CD. Ukuran ISO-nya sangat kecil, cuma sekitar 140 MB-an. Sebenanya Puppy ini bisa di-install di sebuah flashdisk (portable). Tapi karena saya cuma punya 1 biji flashdisk dan itu pun sudah penuh data-data penting kuliah, saya lebih memilih membuat membuat live CD saja. Itung-itung buat nyobain dulu juga. Oh iya... Puppy yang saya coba adalah Wary Puppy 5.3.

Saya coba lewat live CD, puppy dapat berjalan dengan baik di komputer saya. Cukup gegas dan mudah digunakan. Modem Huawei E153 pun dapat tersambung dengan lancar. Tetapi ada beberapa hal yang mengganjal. Jika dipakai untuk browsing dengan browser bawaan, Seamonkey, performa menurun drastis. Karena browser memang memakan banyak memory. Dan juga saya tidak tahu bagaimana meng-install puppy di hard disk dual boot dengan Wedhus. Akhirnya saya putuskan untuk mencari distro lain yang lebih bersahabat.
Buka Twitter dkk dengan browser Seamonkey. Lumayan berat bro.....

Pilihan kedua saya jatuh kepada Lubuntu. Salah satu turunan dari distro yang cukup banyak digunakan yaitu Ubuntu. Lubuntu adalah versi ringan dari Ubuntu karena menggunakan LXDE desktop environment atau apa lah saya kurang tau. Sehingga dapat digunakan di komputer spesifikasi rendah. Entah kenapa Lubuntu yang saya pilih adalah versi 12.04 Precise Pangolin. File ISO sebesar 700 MB kurang dikit, saya titipkan download adik saya lewat koneksi wifi di kampusnya. Tetapi ada sesuatu yang salah, ukuran file membengkak dari yang seharusnya sehingga tidak muat di-burn ke CD. Saya pun menanyakan ke forum Ubuntu Community di Kaskus. Di sini saya mendapat ilmu baru, kalau mendownload lewat torrent itu akan menghasilkan file yang sama dengan aslinya. Berbeda jika lewat IDM misalnya, dapa menghasilkan file ISO yang corrupt. CMIIW. Saya harus memperbaiki file hasil download sebelumnya dengan men-download dari torrent.

Singkat cerita, CD installer pun berhasil saya buat. Ternyata ada satu masalah lagi: saya tidak dapat menginstal dari CD tersebut ke komputer saya. Padahal saya coba di komputer lain bisa. Mungkin CD-ROM-nya yang rusak. Saya pun terpaksa membuat USB installer dengan Unetbootin. Dan hasilnya... Saya berhasil menginstall Lubuntu 12.04 dual boot dengan Windows XP versi bajakan. Alhamdulillah...


Antar muka Lubuntu 12.04 Precise Pangolin
Ulasan mengenai Lubuntu 12.04 ini mungkin akan saya tulis lain kali di blog ini juga.
Sekian dulu tulisan nggak jelas dari saya. Semoga bermanfaat...

Special thanks to Agan-agan kaskus di Ubuntu Community & @inudola.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar